Sebelum Kepalamu Pecah Diremuk Pikiran Sendiri (Puisi-Puisi Batara Al Isra)


Ilustrasi: popbela.com (dari Instagram.com/albaricoque_agc


Seekor Macan dalam Botol Kaca

Kemarin kaubawa botol kaca
dengan banyak kenangan
para pelaut dan pembajak.

Seekor macan betina 
membuat banyak garis
di atas pasir juga di panci dan kuali.
Kaulupa ia suka mengamuk
sebab kelapa selalu subur
tak kunjung hancur jadi kopra.

Lalu sebelum kepalamu pecah
diremuk pikiran sendiri, kau kembali ke kota
menggenggam botol kaca yang kemarin.
Di dalamnya tumbuh banyak pohon kelapa
bersama kenangan dan seekor macan kesepian.

2017


*

Anakmu Dulu Dijemput Maut,
Umurmu Kini Lebih Seratus

Sewaktu betismu kokoh
pokok kelapa, jelmaan hantu laut
datang dengan senapan yang kaukira
patahan batang cempaka.

Sulur waktu lebih rumit dari julai sirih,
kau tidak mengerti mengapa arus membawamu
ke pulau ini seperti batang lapuk yang di atasnya
tumbuh bunga dan jamur. 

Kapuk randu di halaman rumah tak bisa menjahit
diri sendiri jadi kasur dan bantal tempatmu
luruskan punggung dan masa lalu.

Tubuhmu tak lagi sanggup menahan
luka bekas peluru dan nganga
di dadamu tak kunjung tertutup.
Kau harus menelan takdir pilu yang lebih pahit
dari empat biji kelor atau batang bratawali.

Meski anakmu dulu dijemput maut
dan umurmu kini lebih seratus,
masa depan selalu seindah laut
dan isi rimpang temu-temu.


2017

*


Orang Di Pesisir Tadu

Aku masih melihatmu mengail
orang di pesisir Tadu
muncul dari lembah dengan ceruk gua
tempat hidup kadang khianat.

Jauh sekali sampan rotan
terapung-apung membawamu
dari Seram dan Bonerate:
kau berharap lebih dari ini maut.

Lupakan 360 gram emas
dalam keramik dan pelana kuda
kau bisa dapat apa saja tumbuh
dari sendi-sendi ngilu tubuh.

Jauh sekali helai rambutmu
dibawa seorang babu bertahun-tahun
sampai rumah panggung rimbun
kau tidak berharap lebih dari ini pulau.

2017

Komentar